Desakan Pencopotan Jaksa Agung Menguat Pasca Penahanan Eks Jampidsus

By Admin


Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin/ Dok. Kejagung

nusakini.com, Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) resmi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pada Kamis, 3/9/2026. "Badai yang tengah melanda institusi Kejaksaan Agung Republik Indonesia pasca ditahannya eks-Jampidsus Febrie Adriansyah, tidak akan pernah berlalu sebelum Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dicopot," tegas Koordinator KOSMAK Ronald Loblobly.

Desakan tersebut dilayangkan menyusul temuan barang bukti mencengangkan berupa puluhan kilogram emas batangan serta uang tunai dalam penggeledahan rumah yang disinyalir milik sang mantan pejabat. "KOSMAK meyakini eks Jampidsus Febrie Adriansyah tidak mungkin bermain sendiri," ujar Ronald terkait dugaan pemerasan bernilai jumbo tersebut.

Organisasi masyarakat sipil tersebut mengklaim bahwa total kerugian akibat dugaan praktik lancung di korps adhyaksa itu menembus angka fantastis lebih dari Rp35 triliun. "KOSMAK menduga terdapat penyalahgunaan wewenang, pemerasan dan penyuapan yang dilakukan eks-Jampidsus Febrie Adriansyah, yang menyebabkan selama tiga tahun penyidikan hingga kini tidak ada penetapan tersangka," ungkapnya menguraikan substansi kasus.

Polemik ini semakin memanas menyusul pernyataan pimpinan tertinggi kejaksaan yang sebelumnya menyerukan pemulihan marwah institusi dalam peringatan hari jadi. "Badai harus berlalu," ucap Burhanuddin saat menyampaikan pidato resmi pada perayaan ulang tahun korps adhyaksa yang jatuh pada Rabu, 2/9.

Sebagai tindak lanjut dari rangkaian temuan tersebut, KOSMAK berencana menyambangi Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada pekan depan untuk menyerahkan berkas pengaduan gelombang ketiga. "KOSMAK mempertanyakan belum adanya penetapan tersangka meski surat perintah penyidikan telah diterbitkan sejak September 2023," pungkas Ronald menyoroti mandeknya penanganan perkara dana BPDPKS senilai Rp176,1 triliun. (*)